Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sukses Budidaya Jamur Tiram

Jamur tiram adalah jamur konsumsi yang memiliki tangkai yang tumbuh menyamping (pleurotus) dan bentuknya seperti tiram (ostreatus) sehingga jamur tiram mempunyai nama latin Pleurotus ostreatus. Selain itu, jamur tiram termasuk jenis jamur yang mudah untuk di budidaya kan . Jamur tiram yang umum di budidaya kan oleh petani jamur di Indonesia adalah : 1. Jamur Tiram varian Oyster : tempat tumbuh di dataran tinggi 2. Jamur Tiram varian Florida : tempat tumbuh di dataran rendah

Sukses Budidaya Jamur Tiram
Sukses Budidaya Jamur Tiram

Sering kita mendengar atau membaca berita menggiurkan tentang kesuksesan petani yang membudidayakan jamur tiram . Petani jamur tiram mengatakan bahwa dalam sehari dia mampu menghasilkan / panen 30 kg jamur tiram yang dijualnya seharga Rp.12.000/kg di pasar tradisional , Sementara modal pembelian dari satu baglog jamur tiram hanya Rp 2000 - Rp 2500 . Bagi anda yang berminat untuk memulai usaha budidaya jamur tiram, sebaiknya anda mencari informasi dan belajar lebih banyak lagi tentang cara dan budi daya jamur tiram. Jika tidak , kegagalan dan kerugian yang akan anda dapatkan.

Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam Budi Daya Jamur Tiram adalah :

Persiapkan Kumbung Budidaya Jamur Tiram dengan tepat

Pertumbuhan jamur tiram berkaitan dengan suhu udara dan kelembaban. Temperatur suhu yang di perlukan untuk pertumbuhan jamur adalah 15C - 28C, dengan kelembaban udara dalam ruangan berkisar antara 75% - 85% , kadar CO2 dalam ruangan < 1000 ppm , dan intensitas sinar matahari dalam kumbung sekitar 60% - 70% . Jadi perhatikan faktor ketinggian ruangan kumbung dan ventilasi udara yang cukup untuk memenuhi syarat tumbuh jamur tiram.

Kumbung Jamur Tiram
Kumbung Jamur Tiram


Pilih Varian Jamur Tiram sesuai dengan tempat tumbuh / lokasi Kumbung

Jamur tiram membutuhkan nutrisi dan media yang berbeda-beda tergantung pada kondisi lingkungan setempat. Pilih varian jamur tiram yang sesuai dengan kondisi lingkungan kumbung anda untuk mengoptimalkan hasil dalam budidaya jamur tiram ,


Perawatan Kumbung

Lakukan penyiraman di dalam kumbung secara teratur , agar suhu dan kelembaban kumbung terjaga dengan baik. Dan lakukan sterilisasi kumbung dengan melakukan penyemprotan fungisida di bagian dalam kumbung dan rak-rak untuk menyimpan baglog, setiap kali akan mengisi kumbung dengan baglog baru agar bakteri dan penyakit lenyap dari kumbung jamur,


Perawatan Baglog

Setelah miselium jamur tumbuh 100% pada baglog, buka tutup cincin baglog , ambil kapas yang menutupi lubang baglog agar jamur bisa tumbuh. Lakukan penyiraman secara teratur dengan sprayer / pengabutan untuk menjaga suhu dan kelembaban kumbung.

Baglog Jamur Tiram
Baglog Jamur Tiram


Hama dan Penyakit

Hama Lalat - Ulat

Ulat merupakan hama yang paling banyak ditemui dalam budidaya jamur tiram. Jaga kebersihan lingkungan kumbung dari kotoran sisa pangkal/bonggol atau tangkai jamur dan jamur yang tidak terpanen, karena lingkungan yang tidak bersih akan mengundang lalat untuk masuk ke dalam kumbung dan bertelur di baglog jamur tiram yang selanjutnya akan berkembang biak menjadi ulat yang memakan jamur tiram.

lalat Jamur tiram
lalat Jamur tiram


Penyakit tangkai memanjang

Tangkai jamur memanjang dengan tubuh jamur yang kecil dan tidak berkembang maksimal disebabkan oleh kadar CO2 yang terlalu tinggi di dalam kumbung . Pada masa pertumbuhan , jamur juga menghasilkan CO2 , jika kumbung diisi dengan banyak baglog jamur tiram maka CO2 yang di hasilkan oleh jamur tiram juga menjadi lebih banyak. Mengurangi volume baglog di dalam kumbung dan melakukan pengaturan ventilasi dalam kumbung seoptimal mungkin bisa mengatasi masalah ini.

Jamur lain yang tumbuh menginfeksi jamur tiram adalah Mucor sp., Rhizopus sp., Penicillium sp., dan Aspergillus sp. pada media baglog. Serangan jamur patogen tersebut menyebabkan miselium berwarna hitam, kuning, hijau, dan timbulnya lendir pada media baglog. Jamur patogen ini menyebabkan pertumbuhan jamur tiram terhambat atau bahkan tidak tumbuh sama sekali. Penyakit ini disebabkan karena peralatan yang digunakan kurang bersih atau karena lingkungan kumbung yang terlalu kotor dan lembab. Untuk mengatasi penyakit ini, lingkungan dan peralatan perlu dijaga kebersihannya. Kelembaban di dalam kumbung juga dijaga agar tidak berlebihan. Jika baglog sudah terkontaminasi maka harus segera dilakukan pemusnahan dengan dikeluarkan dari kumbung kemudian dibakar ditempat yang jauh dari kumbung anda.

Masa panen

Baglog yang sudah 100% dipenuhi oleh miselium jamur, biasanya dalam 1-2 minggu setelah tutup cincin baglog dibuka, jamur akan tumbuh dan sudah bisa dipanen. Jamur tiram dipanen saat pertumbuhan tubuh buah telah optimal. Masa pertumbuhan ini ditandai oleh ukuran dan bentuk tubuh buah yang maksimal dan sempurna, ciri pertumbuhan jamur yang sudah optimal yaitu tudung jamur kenyal, diameter 3-14 cm dan berwarna putih susu atau putih kekuning-kuningan.

Panen dilakukan dengan cara mencabut seluruh bagian jamur yang ukurannya sudah optimal . Bila masa panen lewat setengah hari saja maka warna menjadi agak kuning kecoklatan dan tudungnya pecah. Bila sudah seperti ini, jamur akan cepat layu dan tidak tahan lama. Jarak panen pertama ke panen berikutnya sekitar 2-3 minggu. Baglog dengan bobot sekitar 1.3 kg bisa dipanen 3-5 kali, dan menghasilkan jamur tiram segar sebanyak 0,3 kg - 0,5 kg. tergantung dari kualitas media baglog dan perawatannya.