Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Apakah Penyebab dan Ciri-ciri Kanker Rahim (Serviks)? Ini Penting Untuk Kaum Wanita

Kanker leher rahim atau disebut juga kanker serviks adalah jenis kanker yang menyerang rahim atau sistem reproduksi wanita, yang 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Kanker rahim ini biasanya tanpa gejala atau tanda apapun pada stadium 1.
Apakah Penyebab dan Ciri-ciri Kanker Rahim (Serviks)? Ini Penting Untuk Kaum Wanita
Apakah Penyebab dan Ciri-ciri Kanker Rahim (Serviks)? Ini Penting Untuk Kaum Wanita

Pencegahan dan Gejala Kanker Leher Rahim

Gejala kanker rahim yang biasa dialami penderita adalah pendarahan vagina. Walau tidak semua pendarahan abnormal disebabkan oleh kanker rahim, tapi Anda tetap perlu waspada. Berikut adalah faktor pemicunya.
  1. Faktor Alami: Yang termasuk dalam faktor alamiah pencetus kanker serviks adalah usia diatas 40 tahun. Semakin tua seorang wanita maka makin tinggi risikonya terkena kanker serviks. Bukan hanya sekadar orang yang sudah berumur saja, yang berusia muda pun bisa terkena kanker serviks.
  2. Faktor Kebersihan: Jika Anda mengalami keputihan namun terus menerus tidak di obati maka bisa menjadi faktor pemicu kanker serviks. Ada 2 macam keputihan,  yaitu yang normal dan yang tidak normal. Keputihan normal bila lendir berwarna bening, tidak berbau, dan tidak gatal. Bila salah satu saja dari ketiga syarat tersebut tidak terpenuhi berarti keputihan tersebut dikatakan tidak normal.
  3. Menstruasi lebih panjang: Jika biasanya durasi haid selama 5-7 hari, namun pada seorang wanita yang dicurigai adanya masalah pada rahim maka menstruasi bisa lebih panjang.
  4. Perdarahan setelah hubungan intim: jaringan serviks yang mengalami keganasan juga lebih sensitif karena proses peradangan dan kematian sel (nekrosis)
  5. Rasa sakit saat melakukan hubungan intim: Saat berhubungan intim selaku merasakan sakit, bahkan sering diikuti pleh adanya perdarahan.
  6. Pendarahan setelah menopause: Saat menopause, seharusnya tidak ada lagi darah haid. maka secara ilmiah, jika terjadi pendarahan pada masa ini, maka dicurigai bahwa darah itu berasal dari kanker serviks.

Faktor Resiko

Faktor risiko adalah sesuatu yang meningkatkan kemungkinan seseorang terkena kanker. Meski faktor risiko sering mempengaruhi perkembangan kanker, kebanyakan tidak secara langsung menyebabkan kanker.

Faktor berikut dapat meningkatkan risiko wanita terkena kanker serviks:
  1. sistem kekebalan tubuh: Wanita dengan sistem kekebalan tubuh yang diturunkan memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker serviks. Sistem kekebalan tubuh yang diturunkan dapat disebabkan oleh penekanan kekebalan dari pengobatan kortikosteroid, transplantasi organ, perawatan untuk jenis kanker lain, atau dari human immunodeficiency virus (HIV).  Bila seorang wanita memiliki HIV.
  2. Herpes: Wanita yang memiliki herpes genital memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker serviks.
  3. Usia: Anak perempuan yang berusia kurang dari 15 tahun jarang mengembangkan kanker serviks. Risikonya naik antara akhir remaja dan pertengahan 30an. Wanita di atas 40 tetap berisiko dan perlu menjalani skrining kanker serviks secara teratur, termasuk tes Pap test dan HPV.

Stadium

kanker serviks digolongkan dengan stadium dalam kanker, hal ini berguna untuk membantu pemulihan dan jenis pengobatan.

Stadium 1: Pada stadium ini dapat diobati dengan histeroktomi bahkan apabila pasien ingin memiliki anak dapat dilakukan dengan metode cone biopsy.

Stadium 2: Biasanya ukuran tumor kurang dari 4 cm yang dilakukan dengan radikal histerektomo atau dengan melakukan radioterapi. Sedangkan apabila ukuran kanker sudah melebihi 4 cm maka dilakukan dengan kemoterapi dan radioterapi yang berbasis histerektomi.

Stadium 3 dan 4: Merupakan stadium lanjut dimana dapat diobati dengan menggunakan kemoterapi dan radioterapi yang berbasis cisplatin. Bahkan pada stadium lanjut dokter akan mempertimbangkan dengan menggunakan kombinasi pengobatan dengan kemoterapi dan obat oral.

Stadium kanker serviks diklasifikasi menggunakan sistem TNM:
  • Tumor (T) menggambarkan ukuran tumor atau kanker.
  • Nodus Limfatikus (N) menunjukkan apakah kanker menyebar dalam kelenjar getah bening.
  • Metastasis (M) menggambarkan apakah kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti hati, tulang atau otak.

Pengobatan Kanker Leher Rahim (Serviks)

Standar pengobatan kanker serviks meliputi terapi yaitu: operasi pengangkatan, radioterapi, dan kemoterapi. Pengobatan kanker serviks tahap pra kanker – stadium 1A adalah dengan:  operasi pengangkatan rahim (histerektomi) . Bila pasien masih ingin memiliki anak, metode LEEP atau cone biopsy dapat menjadi pilihan.

Pengobatan kanker serviks stadium IB dan IIA adalah dengan:
  • Bila ukuran tumor < 4cm: radikal histerektomi ataupun radioterapi dengan/tanpa kemo
  • Bila ukuran tumor >4cm: radioterapi dan kemoterapi berbasis cisplatin, histerektomi, ataupun kemo berbasis cisplatin dilanjutkan dengan histerektomi.

Catatan: Kebanyakan wanita disarankan untuk tes Pap smear dimulai pada usia 21 tahun. Ingat, pemeriksaan ini sangat penting mengingat gejala awal kanker serviks tidak selalu terlihat.